DPRD Kolaka Sidak SPBU, Temukan Antrean Panjang BBM Subsidi; Pertamina Harus Tambah Pasokan
Dalam sidak tersebut, rombongan DPRD masih menemukan antrean kendaraan yang mengular di SPBU KM 2 dan SPBU Balandete. Kondisi ini dinilai perlu segera ditangani agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan mendapatkan BBM.
Sidak dipimpin Wakil Ketua DPRD Kolaka Ramadhan Husain didampingi Wakil Ketua II DPRD Syaifullah Halik, Wakil Ketua Komisi III Muh. Agil Siradj Ahmad, serta Anggota Komisi III Hj. Marlina Abu.
Turut hadir Manager Fuel Terminal Kolaka G. Benny Hartoyo, Sales Branch Manager Fuel Rayon 3 Pertamina Deraldi, serta perwakilan PT Elnusa selaku pengelola mobil tangki BBM.
Di hadapan pengelola SPBU, DPRD bersama pihak Pertamina menyepakati sejumlah langkah cepat untuk mengurai antrean panjang kendaraan.
Pertama, Pertamina akan menyalurkan BBM ke SPBU lebih awal dengan menambah pasokan menjadi 24 kiloliter per hari. Kedua, SPBU diminta memperpanjang jam operasional hingga pukul 00.00 WITA. Ketiga, diberlakukan pembatasan pembelian, yakni maksimal 50 liter per hari untuk mobil dan 5 liter per hari untuk sepeda motor.
Selain itu, pengawasan terhadap kendaraan yang diduga melakukan penyalahgunaan BBM subsidi akan diperketat, terutama kendaraan yang menggunakan tangki rakitan maupun kendaraan berpelat luar daerah. Pelayanan di SPBU juga diminta dimaksimalkan agar proses pengisian berjalan lebih cepat dan lancar.
Wakil Ketua DPRD Kolaka, Ramadhan Husain, menegaskan seluruh kesepakatan tersebut harus segera diterapkan agar persoalan antrean panjang tidak terus berlarut.
"Kami tidak ingin masyarakat terus dirugikan. Solusi ini harus dijalankan hari ini juga," tegas Ramadhan.
Pengawas SPBU KM 2, Arifuddin, menyatakan pihaknya siap melaksanakan seluruh hasil kesepakatan yang telah dibuat bersama DPRD dan Pertamina.
"Kami siap buka pelayanan mulai jam 7 pagi sampai jam 12 malam. Jika ada mobil tangki rakitan kami tidak layani," ujarnya.
Sementara itu, Manager Fuel Terminal Pertamina Kolaka, G. Benny Hartoyo, memastikan stok BBM bersubsidi untuk wilayah Kolaka Raya dalam kondisi aman. Menurutnya, sejak awal Agustus Pertamina telah menambah pasokan guna memenuhi meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Hal senada disampaikan Sales Branch Manager Fuel Rayon 3 Pertamina, Deraldi. Ia menjelaskan, pasokan normal BBM subsidi ke setiap SPBU berkisar antara 8 hingga 16 kiloliter per hari, namun kini ditingkatkan menjadi 24 kiloliter per hari.
"Hari ini kita sudah tambah menjadi 24 kiloliter. Itu kita salurkan secara bertahap sesuai kapasitas sarana dan prasarana di masing-masing SPBU," jelas Deraldi.
Melalui langkah-langkah tersebut, DPRD Kolaka berharap antrean panjang di SPBU dapat segera terurai sehingga masyarakat dapat memperoleh BBM bersubsidi dengan lebih mudah, tertib, dan tepat sasaran.
(zik)

Tidak ada komentar