Breaking News

DPRD Kolaka Sidak Depot Pertamina, Desak Tambah Pasokan dan Perpanjang Layanan SPBU hingga Tengah Malam

Foto : Saat DPRD Kabupaten Kolaka berkunjung ke PT Pertamina Patra Niaga Region Sulawesi.


Konggainfo.com, - Kolaka - Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU, DPRD Kabupaten Kolaka melakukan kunjungan ke PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Fuel Terminal Kolaka di Jalan Abadi, Kelurahan Kolakaasi, Kecamatan Latambaga, Rabu (5/8/2026).


Fuel Terminal atau Depot Pertamina Kolaka merupakan pusat penyaluran BBM untuk wilayah Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, serta sebagian Kabupaten Bombana.


Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Kolaka Ramadhan Husain didampingi Wakil Ketua DPRD Syaifullah Halik, Wakil Ketua Komisi III Muh. Agil Siradj Ahmad, serta Anggota Komisi III Hj. Marlina Abu. Rombongan diterima langsung oleh Manager Fuel Terminal Kolaka G. Benny Hartoyo dan Sales Branch Manager Fuel Rayon 3 Pertamina, Deraldi. Turut hadir pula perwakilan PT Elnusa selaku pengelola armada mobil tangki BBM.


Wakil Ketua DPRD Kolaka Ramadhan Husain mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penyebab antrean panjang BBM subsidi jenis Pertalite yang dikeluhkan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.


Menurutnya, antrean tersebut telah mengganggu aktivitas sehari-hari dan berdampak pada roda perekonomian masyarakat. Bahkan, tidak sedikit warga yang harus mengantre selama berjam-jam namun akhirnya tidak mendapatkan BBM karena stok di SPBU telah habis.


"Kami ingin memastikan apakah antrean panjang ini disebabkan kurangnya pasokan BBM subsidi atau ada faktor lain yang menjadi penyebabnya. Persoalan ini harus segera ditangani agar tidak terus merugikan masyarakat," ujar Ramadhan.


Sebagai langkah cepat, DPRD meminta Pertamina menambah pasokan Pertalite ke seluruh SPBU di Kolaka sekaligus memperpanjang jam operasional pelayanan hingga pukul 24.00 Wita.


"Kami berharap antrean panjang di SPBU segera terurai sehingga masyarakat bisa memperoleh BBM tanpa harus menunggu berjam-jam," tambahnya.


Hal senada disampaikan Syaifullah Halik. Ia menilai antrean kendaraan di SPBU bukan hanya menyulitkan masyarakat memperoleh BBM, tetapi juga memicu kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi pengisian.


"Harus ada solusi konkret secepatnya. Persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat," tegasnya.


Menanggapi hal tersebut, Manager Fuel Terminal Kolaka G. Benny Hartoyo memastikan pasokan BBM bersubsidi untuk wilayah Kolaka Raya dalam kondisi aman dan normal. Bahkan, sejak awal Agustus Pertamina telah meningkatkan alokasi pasokan untuk mengimbangi tingginya kebutuhan masyarakat.


Sementara itu, Sales Branch Manager Fuel Rayon 3 Pertamina, Deraldi, menjelaskan bahwa penyaluran Pertalite ke SPBU yang sebelumnya berkisar 8 hingga 16 kiloliter per hari kini telah ditingkatkan menjadi 24 kiloliter per hari.


"Hari ini kita sudah tambah menjadi 24 kiloliter. Penyalurannya dilakukan secara bertahap sesuai kapasitas sarana dan prasarana di masing-masing SPBU," jelas Deraldi.


Dalam pertemuan tersebut, DPRD Kolaka dan Pertamina menyepakati sejumlah langkah strategis guna mengurai antrean BBM di SPBU. Pertamina akan mengoptimalkan distribusi dengan menyalurkan BBM lebih awal, sementara SPBU diminta memperpanjang jam operasional hingga pukul 24.00 Wita.


Selain itu, diberlakukan pembatasan pembelian maksimal 50 liter per hari untuk kendaraan roda empat dan 5 liter per hari untuk sepeda motor. Pengawasan juga akan diperketat terhadap kendaraan yang diduga melakukan penyalahgunaan BBM subsidi, seperti penggunaan tangki rakitan maupun kendaraan berpelat luar daerah. Di sisi lain, pelayanan di SPBU akan dimaksimalkan agar proses distribusi berjalan lebih cepat dan antrean masyarakat dapat segera terurai.

(zik)

Tidak ada komentar