Mahasiswa Blokade Jalan Depan Rujab Bupati Kolaka, Soroti Kerusakan Lingkungan Akibat Aktivitas Tambang
Aliansi mahasiswa Kolaka menggelar aksi demonstrasi dengan memblokade Bundaran Jalan Utama Tugu Air Mancur, tepat di depan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Kolaka, Senin (14/9/2026).
Aksi yang dimulai sekitar pukul 14.00 WITA tersebut membuat ruas jalan utama di kawasan tersebut lumpuh. Massa mahasiswa tampak berbaris memenuhi badan jalan sembari membawa spanduk, menyampaikan orasi dan membakar ban di tengah jalan.
Pantauan di lokasi, blokade membuat arus lalu lintas mengalami kemacetan total. Sejumlah pengendara yang berupaya menerobos bahkan dihalangi oleh massa aksi.
Sementara itu, aparat kepolisian yang berada di lokasi terlihat berupaya mengatur arus lalu lintas sekaligus melakukan pendekatan kepada mahasiswa agar blokade dapat segera dibuka.
Aksi tersebut disebut sebagai bentuk protes mahasiswa terhadap persoalan kerusakan lingkungan yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan dan pembukaan kawasan industri di wilayah Kecamatan Pomalaa dan Tanggetada.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan yakni dugaan pencemaran area persawahan di Desa Lamedai, Kecamatan Tanggetada, beberapa waktu lalu.
Massa menduga pencemaran tersebut terjadi akibat material lumpur yang masuk ke area persawahan, yang mereka kaitkan dengan aktivitas pembukaan hutan oleh sejumlah perusahaan.
Mahasiswa mengaku kecewa karena persoalan lingkungan yang berdampak terhadap masyarakat tersebut dinilai belum mendapatkan solusi yang jelas dari pemerintah daerah.
“Kami tidak menolak pembangunan, tapi kami menolak kerusakan lingkungan,” tegas salah seorang orator dari atas mobil komando.
Dalam orasinya, mahasiswa juga mempertanyakan sikap pemerintah daerah yang dinilai belum maksimal merespons berbagai dampak lingkungan yang dirasakan masyarakat di sekitar wilayah aktivitas pertambangan.
Mereka mendesak pemerintah untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan investasi dan pembangunan kawasan industri, tetapi juga memastikan aspek perlindungan lingkungan serta kepentingan masyarakat menjadi perhatian utama.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di lokasi dan melanjutkan penyampaian aspirasi.
Aparat kepolisian terus melakukan negosiasi dengan mahasiswa untuk mencari jalan keluar agar akses lalu lintas dapat kembali dibuka dan situasi tetap kondusif.
(red)

Tidak ada komentar