PT Vale IGP Pomalaa dan Dinkes Kolaka Gelar Pelatihan ACLS, Tingkatkan Kesiapsiagaan Tenaga Medis Tangani Kasus Gawat Darurat
Konggainfo.com - Kolaka - PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kolaka menggelar Pelatihan Advanced Cardiac Life Support (ACLS) di Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG), Sabtu (25/04/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga medis dalam menangani kasus kegawatdaruratan, khususnya serangan jantung.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, Sri Raoda Buna, menegaskan bahwa kecepatan dan ketepatan dalam penanganan pasien kritis menjadi faktor utama dalam menentukan keselamatan pasien. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi tenaga medis, khususnya dokter, harus terus dilakukan seiring perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran.
“Pelatihan ACLS ini sangat strategis karena memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan dalam menangani kasus-kasus kegawatdaruratan secara sistematis dan berbasis standar internasional. Ini bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Kolaka,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Vale Indonesia atas dukungan melalui program CSR yang memungkinkan terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara sektor kesehatan dan dunia industri menjadi contoh sinergi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Plt. Direktur RSUD Benyamin Guluh, Firdaus, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kasus henti jantung kini semakin sering terjadi, sehingga kemampuan respons cepat dan tepat dari tenaga medis menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
“Pelatihan ini bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Kami terus mendorong peningkatan kapasitas tenaga medis, baik dokter maupun perawat, agar pelayanan kesehatan di rumah sakit semakin optimal,” katanya.
Ia juga berharap ke depan kerja sama serupa dapat diperluas, termasuk pelatihan bagi tenaga keperawatan guna mendukung peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh.
Sementara itu, Head of HSER IGP Pomalaa PT Vale Indonesia, Riza Ganna, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya di sektor kesehatan.
Menurutnya, peningkatan aktivitas industri di wilayah Pomalaa turut berdampak pada pertumbuhan populasi dan potensi risiko kesehatan, termasuk penyakit tidak menular seperti serangan jantung.
“Serangan jantung menjadi salah satu penyebab utama kematian, sehingga dibutuhkan respons cepat dan tepat untuk meminimalkan risiko fatalitas. Melalui pelatihan ACLS ini, kami ingin memastikan tenaga medis memiliki kesiapan dalam menghadapi kondisi tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan layanan kesehatan, terutama dalam mendukung penanganan awal sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 30–40 menit dari area operasional.
PT Vale berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam praktik pelayanan sehari-hari. Dengan demikian, kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat maupun karyawan dapat terus meningkat.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam memperkuat sistem layanan kesehatan, khususnya dalam penanganan kegawatdaruratan di Kabupaten Kolaka.
(red)






Tidak ada komentar