Produksi Nikel PT Vale Indonesia Tbk Capai 72 Ribu Ton di 2025, Laba Bersih Naik 32 Persen
Konggainfo.com - Jakarta - PT Vale Indonesia Tbk mencatat kinerja operasional yang solid sepanjang tahun 2025 dengan produksi nikel dalam matte mencapai 72.027 metrik ton. Capaian tersebut mengalami peningkatan dibandingkan produksi pada tahun 2024 yang tercatat sebesar 71.311 ton.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan yang telah diaudit, Perseroan juga mencatat pengiriman nikel matte sebesar 73.093 ton sepanjang 2025. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan realisasi pengiriman pada tahun sebelumnya yang mencapai 72.625 ton.
Kinerja operasional tersebut turut mendorong peningkatan pendapatan perusahaan yang tercatat mencapai US$990,2 juta pada 2025, atau meningkat sekitar 4 persen dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang sebesar US$950,4 juta.
Seiring dengan peningkatan kinerja tersebut, PT Vale Indonesia Tbk juga berhasil membukukan laba bersih sebesar US$76,1 juta sepanjang tahun 2025. Nilai ini meningkat sekitar 32 persen dibandingkan laba bersih pada 2024 yang tercatat sebesar US$57,8 juta.
Meski demikian, harga realisasi rata-rata nikel matte pada 2025 tercatat sebesar US$12.157 per ton. Angka ini mengalami penurunan sekitar 7 persen dibandingkan harga rata-rata pada tahun 2024 yang mencapai US$13.086 per ton. Penurunan harga tersebut terjadi di tengah kondisi pasar nikel global yang masih berfluktuasi.
Dari sisi operasional, produksi pada kuartal IV tahun 2025 tercatat sebesar 17.052 ton, lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 19.391 ton. Penurunan produksi tersebut dipengaruhi oleh kegiatan pembangunan kembali Furnace 3 yang dimulai pada November 2025 dan ditargetkan selesai pada Mei 2026.
Selain produksi nikel matte, Perseroan juga memperluas portofolio bisnis melalui penjualan bijih nikel saprolit dari blok Bahodopi dan Pomalaa. Sepanjang tahun 2025, total penjualan bijih saprolit tercatat mencapai 2.316.023 wet metric tons (wmt), dengan kontribusi terbesar berasal dari Blok Bahodopi.
Untuk mendukung pengembangan bisnis, Perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar US$485,9 juta sepanjang tahun 2025. Nilai tersebut meningkat dibandingkan belanja modal pada tahun sebelumnya yang mencapai US$332,1 juta.
Ke depan, PT Vale Indonesia Tbk terus memperkuat strategi pengembangan proyek hilirisasi nikel. Salah satunya melalui proyek pertambangan dan fasilitas pengolahan di Pomalaa yang saat ini telah mencapai sekitar 60 persen progres pembangunan.
Sementara itu, proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) di wilayah Pomalaa juga telah memasuki sekitar 50 persen tahap konstruksi dan ditargetkan mencapai penyelesaian mekanis pertama pada triwulan III tahun 2026. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan dalam mendukung pengembangan industri hilirisasi nikel di Indonesia. (***)






Tidak ada komentar