Breaking News

PT Vale Perkuat Ketahanan Energi dari Sorowako, 10,7 MW Listrik Dialirkan untuk Masyarakat

 

Foto : PT Vale Indonsesia Tbk.


KonggaInfo.com - Makassar - Ketahanan energi berkelanjutan tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur pembangkit listrik, tetapi juga pada bagaimana sumber daya alam dikelola secara bertanggung jawab. Prinsip tersebut menjadi bagian penting dari strategi PT Vale Indonesia Tbk dalam mendukung transisi energi dan dekarbonisasi industri nasional.

Perusahaan yang merupakan bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID) itu menegaskan komitmennya dalam Sosialisasi Kebijakan Energi yang digelar Dewan Energi Nasional (DEN) bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Selasa (15/9/2026).

Wakil Presiden Direktur sekaligus Chief Operation & Infrastructure Officer PT Vale, Abu Ashar, menjelaskan bahwa kegiatan operasional perusahaan di Sorowako ditopang oleh tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), yakni Larona, Balambano, dan Karebbe.

Ketiga PLTA tersebut memanfaatkan aliran Sungai Larona yang bersumber dari Danau Matano, Mahalona, dan Towuti. Total kapasitas terpasang dari tiga pembangkit tersebut mencapai 365 megawatt (MW).

Selain memasok kebutuhan energi untuk kegiatan operasi dan pengolahan nikel PT Vale, sebanyak 10,7 MW listrik juga disalurkan melalui jaringan PT PLN (Persero) untuk mendukung pasokan listrik bagi masyarakat di Kabupaten Luwu Timur.

Menurut Abu Ashar, keberlangsungan sistem energi tersebut sangat berkaitan dengan penerapan good mining practices, pengelolaan daerah tangkapan air, rehabilitasi lahan, serta perlindungan kualitas air.

"Menjaga hutan, menjaga daerah aliran sungai, dan menjaga kualitas air bukan hanya bagian dari komitmen lingkungan, tetapi juga menjadi fondasi ketahanan energi kami. Energi yang kami gunakan berasal dari alam, sehingga keberlangsungan operasi sangat bergantung pada kemampuan kami menjaga ekosistem tersebut," ujarnya.

PT Vale juga menerapkan berbagai langkah untuk menjaga kualitas air dan keberlanjutan ekosistem. Di wilayah pertambangan, air limpasan dikelola melalui kolam pengendapan (sediment pond) serta fasilitas pengolahan air sebelum dialirkan ke badan air alami setelah memenuhi baku mutu lingkungan yang berlaku.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara kebutuhan operasional, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan sumber daya energi.

Menghadapi Variabilitas Iklim

Pengelolaan sumber daya air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keandalan sistem energi PT Vale, terutama di tengah kondisi iklim yang semakin variatif.

Pengaturan volume dan debit air dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi hidrologis, kebutuhan pembangkitan listrik, serta keberlanjutan ekosistem danau. Dengan pendekatan tersebut, pemanfaatan air untuk pembangkitan tetap diarahkan agar berjalan secara bertanggung jawab.

Bagi PT Vale, pengelolaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan operasi terhadap perubahan dan variabilitas iklim, khususnya karena aktivitas industri di Sorowako sangat bergantung pada energi hidro.

Dorong Efisiensi dan Dekarbonisasi

Tak hanya mengandalkan energi hidro, PT Vale juga terus mengembangkan inovasi untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan emisi karbon dari kegiatan operasionalnya.


Sejumlah langkah yang dilakukan antara lain optimalisasi dan pelapisan kanal guna mengurangi kehilangan air dan meningkatkan efisiensi pembangkitan, konversi ketel uap berbahan bakar minyak menjadi electric boiler, optimalisasi pengelolaan bijih untuk menurunkan kadar air sebelum proses pengeringan, hingga peningkatan efisiensi sistem pengangkutan material.

Program elektrifikasi dan pemanfaatan energi rendah karbon juga terus dikembangkan sebagai bagian dari transformasi menuju kegiatan pertambangan dan pengolahan yang semakin rendah karbon.

"Pemanfaatan PLTA sebagai sumber utama pasokan listrik untuk proses pengolahan nikel membantu operasi Sorowako mempertahankan intensitas emisi GRK yang relatif rendah dibandingkan sejumlah fasilitas pengolahan nikel saprolit sejenis di Indonesia," kata Abu Ashar.

DEN Soroti Pengelolaan PLTA Sorowako

Pendekatan PT Vale dalam mengelola sumber daya air dan energi terbarukan turut mendapat perhatian dari Dewan Energi Nasional.

Anggota DEN, Sripeni Inten Cahyani, menilai pengelolaan tiga PLTA di Sorowako dapat menjadi pembelajaran dalam pengembangan energi terbarukan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Di tengah kondisi cuaca yang ekstrem saat ini, banyak pembangkit listrik tenaga air mengalami penurunan kemampuan produksi. Namun yang menarik, PLTA milik PT Vale tetap mampu beroperasi dengan baik. Ini menjadi lesson learned yang sangat penting mengenai bagaimana pengembangan dan pengelolaan PLTA dilakukan secara terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan dan kawasan tangkapan airnya,” ungkap Sripeni Inten Cahyani.

Ia menekankan bahwa ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh kapasitas pembangkit, tetapi juga kemampuan menjaga ekosistem yang menjadi sumber energi tersebut.

Keterlibatan PT Vale dalam forum yang digelar DEN bersama Unhas itu menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Sejalan dengan visi perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mentransformasi masa depan bersama, PT Vale menyatakan komitmennya untuk terus menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab, menciptakan nilai ekonomi, menjaga lingkungan, serta mendukung agenda transisi energi, dekarbonisasi, dan pembangunan rendah karbon di Indonesia.

(red)

Tidak ada komentar