Breaking News

Keluarga Besar Turunan Wasasi Wasabenggali Kecam Oknum yang Mengatasnamakan Puusara Melantik Bokeo

 

Foto : Puusara Kerajaan Mekongga YM Gupira Musa didampingi turunan Wasasi Wasabenggali menyakan sikap menyayangkan adanya oknum yang mengaku Puusara

Konggainfo.com, - KOLAKA - Keluarga besar turunan Wasasi Wasabenggali yang merupakan rumpun Puusara Kerajaan Mekongga menyatakan sikap tegas menyikapi beredarnya video pelantikan Bokeo atau Raja di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim).


Dalam video yang beredar di media sosial tersebut, terdapat pihak yang disebut mengatasnamakan Puusara i Wonua Mekongga. Hal itu kemudian mendapat tanggapan dari keluarga besar turunan Wasasi Wasabenggali.


Pernyataan sikap tersebut disampaikan Puusara Kerajaan Mekongga, YM Gupira Musa, didampingi sejumlah turunan Wasasi Wasabenggali di situs Makam Sangia Nibandera, Desa Tikonu, Kabupaten Kolaka, Senin (21/9/2026).


Mengawali pernyataannya, Gupira menyampaikan pesan yang sarat makna adat dan keagamaan.


“Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhadu anna muhammadar rasuulullah. Lahaula walakuata illabillah. Sangga sanggai olutumu pekiki ine samba. Inae konosara iye pinesara, Inae lia sara iye pinekasara,” kata Gupira.


Gupira menjelaskan, pihaknya menyayangkan adanya seseorang yang disebut mengaku sebagai Puusara tanpa sepengetahuan keluarga besar turunan Wasasi Wasabenggali.


Menurutnya, dirinya merupakan turunan Wasasi Wasabenggali yang telah dipercaya oleh rumpun Puusara untuk menjalankan prosesi adat Mekongga sejak 1994 hingga saat ini.


“Kami dari keluarga besar Puusara turunan Wasasi Wasabenggali menyatakan sikap, menyayangkan adanya oknum yang mengatasnamakan Puusara dan turunan Wasasi Wasabenggali,” tegas YM Gupira Musa.


Meski menyampaikan keberatan, keluarga besar tersebut membuka ruang untuk menyelesaikan persoalan melalui pertemuan dan komunikasi secara terbuka.


Mereka bahkan mengundang pihak yang mengatasnamakan Puusara untuk duduk bersama guna menjelaskan asal-usul serta silsilah yang menjadi dasar dari pengakuan tersebut.


“Kami mengajak dan mengundang secara terbuka kepada oknum yang mengatasnamakan Puusara untuk duduk bersama, guna mengetahui asal muasalnya atau silsilahnya,” ujarnya.


Gupira juga menanggapi pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat mengenai dirinya yang sebelumnya pernah mengundurkan diri sebagai Puusara sekaligus Pelaksana Bokeo setelah mangkatnya Bokeo XIX PYM Khaerun Dahlan.


Ia menjelaskan bahwa status Puusara kemudian dikembalikan kepadanya oleh YM Amran Mosunde melalui proses internal. Menurut Gupira, proses tersebut dilakukan tanpa intervensi dari pihak manapun, kecuali rumpun Puusara.


“Saya berpesan jangan persoalan salah dibenarkan dan persoalan benar di salahkan. Ini adatnya negeri yang dijalankan secara benar,” tegasnya, Pernyataan tersebut kemudian disambut ucapan “Salam Mepokoaso” atau bersatu dari turunan Wasasi Wasabenggali yang hadir mendampinginya


Keluarga besar turunan Wasasi Wasabenggali berharap persoalan tersebut dapat diklarifikasi melalui duduk bersama dengan mengedepankan silsilah, komunikasi, serta penghormatan terhadap tatanan adat Mekongga.


(red)


Tidak ada komentar