Tangis Bupati Amri Pecah Sambut Jenazah Haerul Saleh, Ungkap Nazar Pembangunan Masjid Sebelum Wafat
Konggainfo.com - Kolaka - Jenazah Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh tiba di kediaman keluarga di Jalan Kakatua, Kelurahan Laloeha, Kabupaten Kolaka, Jumat (08/05/2026). Suasana duka menyelimuti rumah almarhum saat keluarga, kerabat, pejabat daerah, hingga masyarakat datang memberikan penghormatan terakhir.
Bupati Kolaka, Amri, tak kuasa menahan tangis saat memberikan sambutan di hadapan para pelayat. Dengan suara bergetar, Amri mengenang komunikasi terakhirnya dengan almarhum beberapa hari sebelum meninggal dunia.
“Innalillahi wainnailaihi rajiun. Tadi pagi berita duka itu kami terima pukul 07.53 WIB,” ucap Amri membuka sambutannya.
Amri kemudian menceritakan, tiga hari sebelum musibah kebakaran yang merenggut nyawa almarhum, Haerul Saleh sempat menghubunginya untuk mencari lokasi pembangunan masjid di Kabupaten Kolaka.
“Beliau menelpon saya untuk mencarikan lokasi masjid di sekitar Bandara Sangia Nibandera, Kecamatan Tanggetada. Saya diberi waktu tiga hari dan Alhamdulillah lokasi itu berhasil saya dapatkan,” ungkapnya.
Menurut Amri, almarhum berencana pulang ke Kolaka sebelum berangkat ke Tanah Suci pada 23 Mei 2026 untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut. Niat itu merupakan nazar almarhum yang belum sempat terlaksana sejak masih menjabat sebagai anggota DPR RI.
“Beliau menyampaikan ingin pulang ke Kolaka untuk peletakan batu pertama masjid itu. Itu merupakan nazar beliau yang belum terlaksana. Itu sedikit komunikasi terakhir saya dengan almarhum sebelum pergi menghadap Sang Pencipta,” tutur Amri sambil menahan haru.
Bupati Kolaka juga menyampaikan bahwa almarhum akan dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada di Jalan Pendidikan, Kecamatan Kolaka, pada Sabtu, 09 Mei 2026 pukul 10.00 WITA.
Dalam sambutannya, Amri menyebut Haerul Saleh bukan hanya sosok pejabat negara, tetapi juga keluarga dekat yang sangat baik di matanya. Diketahui, almarhum merupakan adik ipar Bupati Kolaka.
“Atas nama keluarga, saya memohon maaf apabila almarhum selama berinteraksi, bergaul, dan berkomunikasi dengan kita semua pernah memiliki kesalahan, baik perkataan maupun tindakan,” ucapnya.
Sementara itu, Anggota I BPK RI, Nyoman Adhi Suryadnyana, turut mengenang sosok Haerul Saleh sebagai pribadi yang baik dan penuh dedikasi dalam bekerja.
“Kami selalu bersama di kantor. Almarhum sangat baik, humble, humoris, dan serius dalam menangani setiap kasus. Hubungan kami sudah seperti keluarga,” katanya.
Kepergian Haerul Saleh meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar, tetapi juga rekan kerja dan masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok bersahaja dan peduli terhadap daerah asalnya.







Tidak ada komentar