Breaking News

Ratusan Warga Iringi Pemakaman Haerul Saleh di Kolaka, Kerabat Ungkap Sosok Panutan dan Firasat Sebelum Kabar Duka

 


Konggainfo.com – Suasana haru dan duka menyelimuti prosesi pemakaman Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh di Jalan Pendidikan, Kabupaten Kolaka, Sabtu (9/5/2026). Ratusan masyarakat turut mengiringi perjalanan terakhir putra terbaik asal Kolaka tersebut menuju tempat peristirahatan terakhirnya.


Kepergian Haerul Saleh meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, kerabat, hingga masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok sederhana, rendah hati, dan penuh perhatian terhadap sesama. Almarhum diketahui meninggal dunia akibat musibah kebakaran rumah di Jakarta Selatan.


Salah satu kerabat almarhum, Ramadhan Husain, mengaku sangat kehilangan atas wafatnya Haerul Saleh. Menurutnya, almarhum merupakan figur panutan dalam keluarga maupun di tengah masyarakat.


“Beliau ini sosok panutan di keluarga kami. Banyak membantu keluarga, dan betul-betul kami tuakan. Buat saya pribadi, beliau bukan hanya kakak, tapi juga seperti orang tua,” ujar Ramadhan saat ditemui di area pemakaman.


Ramadhan yang juga Anggota DPRD Kolaka Fraksi Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II menuturkan, Haerul Saleh dikenal sebagai pribadi yang selalu hadir membantu keluarga maupun masyarakat yang membutuhkan.


Sebagai putra daerah Kolaka, nama Haerul Saleh dikenal luas saat berkiprah di dunia politik hingga akhirnya dipercaya menjabat sebagai Anggota IV BPK RI. Sebelum menduduki jabatan tersebut, almarhum juga pernah menjadi anggota DPR RI dari Partai Gerindra mewakili daerah pemilihan Sulawesi Tenggara.



Ramadhan mengaku masih sulit mempercayai kabar wafatnya sang kerabat. Pasalnya, selama ini Haerul Saleh dikenal memiliki kondisi fisik yang sehat dan aktif menjalankan aktivitasnya.

Ia bahkan mengaku sempat merasakan firasat sebelum kabar duka itu datang.


“Malam sebelum kejadian, saya beberapa kali terbangun. Ada perasaan yang sulit dijelaskan, seperti ada sesuatu yang mengganggu pikiran saya. Tapi saya anggap itu hanya perasaan biasa,” ungkapnya.


Firasat tersebut kembali muncul hingga dini hari, sebelum akhirnya pagi harinya ia menerima telepon dari keluarga di Jakarta yang mengabarkan Haerul Saleh meninggal dunia.


“Saya benar-benar kaget. Karena setahu saya beliau sangat sehat dan kuat. Tapi Allah punya kehendak lain,” katanya dengan mata berkaca-kaca.


Ramadhan juga mengenang kedekatannya dengan almarhum yang hampir selalu ia temui setiap berkunjung ke Jakarta.


“Hampir setiap saya ke Jakarta, saya selalu silaturahmi dengan beliau. Banyak urusan saya juga dibantu beliau,” tambahnya.


Kepergian Haerul Saleh pun meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga besar, tetapi juga masyarakat Sulawesi Tenggara yang mengenalnya sebagai figur rendah hati dan peduli terhadap daerah asalnya.


(red)

Tidak ada komentar