Rakortekrembang Sultra 2026 di Kolaka Resmi Dibuka, Fokus Sinkronisasi Program dan Akselerasi Pembangunan Inklusif
Konggainfo.com - Kolaka - Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrembang) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 resmi digelar di Kabupaten Kolaka pada 4–6 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Kolaka ini menjadi forum strategis dalam menyelaraskan arah pembangunan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Sultra, Senin (04/05/2026).
Plh. Sekda Sultra, Fadlansyah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta, baik dari perangkat daerah provinsi maupun kabupaten/kota, termasuk yang mengikuti secara daring. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kolaka beserta jajaran pemerintah daerah yang telah menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
“Rakortekrembang ini merupakan forum penting untuk menyinergikan perencanaan pembangunan daerah dengan kebijakan nasional, sekaligus memperkuat kolaborasi antar pemerintah daerah,” ujarnya.
Fadlansyah menegaskan bahwa tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks, mulai dari peningkatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, hingga penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, dibutuhkan perencanaan yang inovatif, adaptif, dan berbasis data akurat.
Ia juga menjelaskan bahwa Rakortekrembang tahun ini memiliki substansi berbeda dibanding tahun sebelumnya, di antaranya pembahasan dukungan program daerah terhadap program nasional serta pemetaan target pembangunan daerah. Selain itu, forum ini juga membahas usulan teknis kabupaten/kota dalam mendukung program kementerian/lembaga dan proyek strategis nasional.
“Hasil dari Rakortekrembang ini nantinya menjadi bahan penting dalam penyusunan RKPD provinsi dan kabupaten/kota, serta wajib dilaporkan secara berkala kepada pemerintah pusat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah isu strategis pembangunan daerah, antara lain pertumbuhan ekonomi yang belum inklusif, kemiskinan, ketimpangan wilayah, rendahnya produktivitas tenaga kerja, keterbatasan infrastruktur, tata kelola pemerintahan, hingga mitigasi bencana.
Sejalan dengan tema pembangunan nasional tahun 2027, yaitu akselerasi pertumbuhan berkualitas melalui produktivitas, investasi, dan industri, Pemprov Sultra mengusung tema pembangunan daerah “Akselerasi Pembangunan Berkualitas yang Inklusif dan Berkelanjutan untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat.”
Tema tersebut diwujudkan melalui tiga fokus utama, yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi berkelanjutan berbasis potensi daerah, serta pembangunan tata kelola pemerintahan yang profesional dan inovatif.
Sementara itu, Bupati Kolaka, Amri Jamaluddin, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta di Bumi Mekongga.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kolaka, kami menyampaikan selamat datang. Merupakan kehormatan bagi kami dipercaya menjadi tuan rumah Rakortekrembang Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2026,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya memperkuat sinergi perencanaan pembangunan, tetapi juga memberikan kesan positif terhadap Kabupaten Kolaka sebagai daerah yang terus berkembang dan terbuka terhadap kolaborasi.
Menurutnya, Rakortekrembang memiliki peran strategis dalam memastikan perencanaan pembangunan berjalan terpadu, terarah, dan selaras antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.
“Tahun 2026 merupakan periode penting dalam pembangunan daerah. Kita dituntut memperkuat konsolidasi program prioritas, meningkatkan kualitas perencanaan berbasis data, serta memastikan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran,” tegasnya.
Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, seperti tekanan ekonomi, perubahan iklim, dan perkembangan teknologi yang pesat, Amri menekankan pentingnya perencanaan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui forum ini, diharapkan lahir rumusan kebijakan dan program pembangunan yang lebih tepat sasaran, terintegrasi, dan mampu mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Tenggara.
(***)








Tidak ada komentar