Breaking News

Bupati Amri Perintahkan Camat Turun Lapangan, GENTING dan “Kolaka Keren” Jadi Andalan Tekan Stunting


Konggainfo.com – Kolaka – Pemerintah Kabupaten Kolaka terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka stunting melalui Rapat Koordinasi Pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang dirangkaikan dengan Aksi Konvergensi Stunting pada Tahap Analisis Situasi (Ansit). Kegiatan ini digelar di Aula Kantor BAPPEDA Kolaka, Senin (20/04/2026).


Bupati Kolaka, H. Amri, dalam sambutannya menegaskan bahwa GENTING merupakan langkah strategis dalam mempercepat penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Program tersebut juga sejalan dengan kebijakan nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.


“GENTING adalah gerakan kolaboratif berbasis kepedulian yang melibatkan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan masyarakat, tanpa hanya bergantung pada pembiayaan pemerintah,” ujar Amri.


Ia menambahkan, program tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.



Dalam kesempatan itu, Bupati Amri secara tegas menginstruksikan para camat untuk lebih aktif turun langsung ke lapangan. Menurutnya, keterlibatan langsung aparatur di tingkat kecamatan sangat penting untuk memastikan keakuratan data sekaligus menemukan solusi nyata di tengah masyarakat.


“Sejalan dengan arahan Presiden, para camat harus aktif mendata langsung kondisi masyarakat. Data ibu menyusui, angka perkawinan, hingga anak-anak yang mengalami kurang gizi harus benar-benar valid,” tegasnya.


Tak hanya itu, Bupati juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan stunting. Ia meminta para camat melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Kantor Urusan Agama (KUA), Puskesmas, Koramil, Polsek hingga instansi teknis lainnya.



Lebih lanjut, Amri menjelaskan bahwa intervensi harus difokuskan pada keluarga berisiko melalui pendekatan konsep 4T, yakni tidak terlalu dekat jarak kelahiran, tidak terlalu banyak jumlah anak, tidak terlalu tua saat hamil, serta tidak terlalu muda untuk menikah. Selain itu, aspek sanitasi seperti ketersediaan jamban sehat dan akses air bersih juga menjadi perhatian utama dalam upaya pencegahan stunting.


Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kolaka juga memperkenalkan inovasi terbaru bertajuk “Kolaka Keren” (Kolaka Kendalikan Stunting Berbasis Risiko Nyata). Inovasi ini mengedepankan pendekatan berbasis data keluarga berisiko, sehingga intervensi yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan.


Melalui langkah ini, Pemkab Kolaka optimistis upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif, sekaligus menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.


(Zikin)

Tidak ada komentar