Panen Demplot Padi Berkelanjutan, PT Vale Dorong Inovasi Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kolaka
Konggainfo.com – Kolaka – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui berbagai inisiatif keberlanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Panen Bersama Demplot Padi Berkelanjutan yang digelar di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Senin (09/03/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong penerapan inovasi teknologi pertanian yang adaptif dan ramah lingkungan di wilayah Kabupaten Kolaka.
Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Widiastuti, S.E., M.Si, menjelaskan bahwa dari proses penanaman hingga panen yang dilakukan saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik, khususnya pada enam varietas unggul padi yang diuji coba dalam program demplot tersebut.
Menurutnya, hasil panen ini merupakan tahap awal dari proses pengembangan varietas yang nantinya akan ditindaklanjuti melalui evaluasi lebih lanjut.
“Dari hasil yang kita lihat mulai dari penanaman hingga panen hari ini, enam varietas unggul yang diuji coba menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Ini baru tahap awal, nantinya akan ada tindak lanjut. Untuk varietas yang sudah dilepas tentu bisa langsung dikembangkan untuk penanaman oleh petani, sementara yang belum akan melalui proses evaluasi lebih lanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yudistira Nugraha, menjelaskan bahwa secara alami tanaman padi sebenarnya memiliki kemampuan untuk tumbuh kembali setelah panen melalui metode ratun atau ratoon rice. Namun selama ini potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh petani. Menurutnya, jika dikelola dengan baik, sistem ratun memungkinkan petani melakukan panen berulang tanpa harus melakukan penanaman ulang, sehingga dapat menghemat biaya produksi secara signifikan.
“Secara alamiah tanaman padi sebenarnya bisa tumbuh kembali setelah dipanen. Selama ini petani jarang memanfaatkannya karena khawatir hasilnya menurun. Padahal jika dirawat dengan baik, walaupun ada sedikit penurunan hasil, secara ekonomi tetap menguntungkan karena petani tidak perlu mengolah tanah lagi, tidak perlu biaya tanam, tidak perlu membeli benih, serta penggunaan air juga lebih efisien,” jelasnya.
Selain itu, metode ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena dapat mengurangi emisi gas rumah kaca serta mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
Yudistira juga mengungkapkan bahwa pengembangan teknologi ratoon rice saat ini banyak dilakukan di China, bahkan pemerintah negara tersebut menargetkan perluasan hingga jutaan hektare lahan.
“Di China pengembangan ratoon rice sudah cukup luas dan bahkan kualitas hasil panennya bisa lebih baik dibandingkan tanaman utama. Hal ini menjadi referensi bagi kita untuk mengembangkan teknologi serupa di Indonesia,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya juga tengah menjajaki kerja sama dengan China untuk membuka akses varietas yang sesuai dengan sistem ratoon agar dapat dikembangkan di Indonesia.
Selain pengembangan varietas, BRIN juga sedang melakukan inovasi teknologi pada alat panen combine harvester agar lebih ramah terhadap tanaman yang akan dipanen kembali, sehingga tidak merusak batang padi yang akan tumbuh ulang.
Di sisi lain, penerapan sistem pertanian berkelanjutan juga didorong melalui penggunaan pupuk organik yang secara bertahap dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan pestisida.
Head External Relation Growth PT Vale, Endra Kusuma, menjelaskan bahwa program demplot ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih tangguh.
“Kami melihat pertanian berkelanjutan sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, PT Vale tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga mentransfer pengetahuan, teknologi, serta praktik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan kepada para petani,” ujar Endra.
Ia berharap model demplot ini dapat menjadi laboratorium pembelajaran bersama yang nantinya dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Kabupaten Kolaka.
Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, lembaga riset, dan kelompok tani, program ini diharapkan mampu menjadi contoh praktik pertanian modern yang tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan petani di daerah. (red)







Tidak ada komentar