Bangkai Paus di Kolaka Terbawa Ombak Dekati Jalan Poros Kolaka–Pomalaa, Bau Menyengat Ganggu Pengendara
Konggainfo.com - Kolaka - Bangkai paus yang sebelumnya ditemukan warga di perairan Kabupaten Kolaka pada Selasa (3/3/2026) lalu, kini terbawa arus ombak hingga mendekati pesisir pantai di sekitar jalan poros Kolaka–Pomalaa, Kabupaten Kolaka. Kondisi tersebut pun menjadi perhatian masyarakat karena menimbulkan bau busuk yang menyengat dan mengganggu para pengendara yang melintas di jalur tersebut.
Berdasarkan pantauan warga, bangkai mamalia laut berukuran besar itu kini berada tidak jauh dari badan jalan. Bau menyengat yang ditimbulkan dari proses pembusukan membuat sebagian pengendara merasa tidak nyaman saat melintas di lokasi. Sabtu (07/03/2026)
Kondisi ini juga ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi viral di kalangan warga Kolaka. Sejumlah warganet meminta agar instansi terkait segera melakukan evakuasi terhadap bangkai paus tersebut sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Salah seorang pemilik akun Facebook bernama Marwiah turut mengunggah kondisi tersebut dan meminta perhatian pemerintah daerah.
Dalam unggahannya, ia menuliskan keluhan warga yang tinggal di sekitar pesisir pantai karena harus menahan bau busuk yang semakin menyengat.
“Sampai kapan kasian dibiarkan itu bangkai ikan paus, tersiksa ta mi kita yang dekat dari pantai. Awalnya diperbatasannya Desa Totobo, sekarang sudah diperbatasan Dusun II Puuroda Desa Towua Kecamatan Wundulako. Tabe kasian dinas yang terkait tolong bantu di evakuasi. Sekarang tinggal 20 meter dari jalan,” tulis Marwiah dalam unggahan tersebut.
Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera turun tangan melakukan penanganan dan evakuasi bangkai paus tersebut, mengingat lokasinya kini semakin mendekati jalan poros yang menjadi jalur utama aktivitas masyarakat Kolaka dan sekitarnya.
Selain menimbulkan bau menyengat, warga juga khawatir kondisi bangkai paus yang terus terbawa arus ombak dapat semakin mendekati pemukiman maupun badan jalan jika tidak segera ditangani. Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu langkah penanganan dari pihak berwenang. (red)





Tidak ada komentar